Jurutrengkas

My photo
Menulis untuk memudahkan ingatan, biarpun tahu susah itu barulah 'hidup'.

Thursday, 21 February 2013

Andai Mampu


andai sang jejaka mampu pandang jauh ke dalam diri si gadis

pasti dia mahu menyulam sayang yang benar sayang pada diri gadisnya
biar sakit dan perit hatinya bisa mampu dirawat dia
biar luka yang bakal datang esok, dia mampu redakan sebelum ia sendiri muncul
dan
biar dia pasti semua suis gembira gadis-nya bisa dia petik usik
agar yang bisa keluar dari tubuh gadis-nya hanya tawa dan manis senyum yang tak sudah-sudah.

tapi

itu cuma andai sang jejaka

dan

mana mampu semua jadi nyata

maka

terimalah si jejaka seperti mana dia
sesempurna dia yang pasti tidak akan pernah sempurna bila-bila
biarlah jejaki guris sesekali hati sang gadia, supaya esok ada kesempatan gadis bermanja kasih dalam peluk halal si pujuk jejaka
biarlah sang jejaki buat gadis sedih sekali sekala, agar nanti ada sentiasa ada jaga-jaga dalam hubung mereka

dan

biarlah jejaka terima gadis seperti mana gadis itu sendiri
itu sudah cukup sempurna buat diri si jejaka

pastinya

ah
boleh begitu?

3 comments:

Sigaret Perisa Kafein said...

Salam AJ.

Kadang2, begini ya. Mahu cari yang sempurna, sampai terlupakan diri. Iya, mungkin saja dia bukan perfect 10. Mungkin cuma, 5, 6 atau 7. Mungkin juga 9. Tapi kalau ikhlas, yang 5.6.7 atau 9 itu bisa jadi perfect 10 juga, kan?

Sigaret Perisa Kafein said...

-AsaSiaga-

Saidun said...

AsaSiaga
Terima kasih berkunjung sentiasa ke sini ya sahabatku Asa.
Siapa kita untuk sempurna 10, tapi tak salah menghajat yang sempurna.
Cuma, Allah dah janjikan kita dengan yang setara; maka jadilah kamu 10 dahulu sebelum kamu ditemukan dengan 10 kamu.
Mustahil?
jadi berdikit pada 9, atau 8 atau mungkin 7, dan berdoa agar 10 itu ada di syurga kita.
memadai untuk sebuah kekhilafan dan kekurangan? bukan. ia bukan menerima tewas itu kalah, tapi menerima lemah itu peluang, untuk jadi lebih baik dan membaikkan.

kan?

*senyum*

memadai rasa disempurnakan dengan si dia, dari mencari sempurna yang tak pernah mungkin ada, di sini. maka, bersyukur dengan gendongan kita, dan berbimbit untuk maju bersama; itu sebaiknya.

kan?